Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Paliyan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Paliyan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

PENINGKATAN PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN KEC.PALIYAN


Dalam PNPM-MPd begitu memandang tinggi peran perempuan dalam pembangunan. Disetiap kegiatannya diharuskan minimal 40% yang hadir adalah perempuan. Dalam setiap tahapannya perempuan juga memiliki peranan penting yang sama derajatnya dengan kaum laki-laki.
            Seperti contoh adalah KPMD, KPMD disatu desa 1 laki-laki dan 1 perempuan, mereka dapat bekerjasama dengan baik, memfasilitasi pertemuan-pertemuan dengan baik, dengan hasil yang baik pula. Dengan adanya dorongan peningkatan peran perempuan dalam setiap kegiatan, mambawa dampak yang sangat luas, salah satunya adalah disetiap pertemuan baik itu hanya dihadiri ibu-ibu/perempuan ataupun laki-laki, perempuan sudah aktif menyuarakan hal-hal yang dianggap baik untuk kemajuan lingkungan sekitarnya. Perempuan sekarang bukanlah Siti Nurbaya dizaman dahulu, semua bangga pada perempuan yang memang mempunyai kemampuan yang sama dengan kaum laki-laki.
            Dalam Musdes baik MKP (Musyawarah Khusus Perempuan) ataupun Musrenbang Desa, perempuan sudah tidak canggung lagi untuk mengemukaan pendapatnya, semua masyarakat baik tua, muda, kaya, miskin, cantik ataupun jelek dengan segala perbedaanya, menyatukan pendapat untuk kemajuan Desanya.
            Perempuan bukan hanya mengusulkan kegiatan-kegiatan yang langsung mereka tangani seperti PKH (contoh PMT Balita dll) tetapi sekarang sudah selangkah lebih maju dengan memberikan usulan-usulan fisik yang biasanya diusulkan oleh kaum laki-laki. Perempuan juga turut aktif dalam segala proses kegiatan baik perencanaan setengah dari Tim Penulis Usulan adalah perempuan, kegiatan pelaksanaan ada sebagian TPK (Tim Pengelola Kegiatan) didesa-desa adalah perempuan, serta kegiatan pelestarian perempuan juga sebagai Tim Pemelihara.
            Marilah kaum perempuan kita asah kemampuan kita untuk turut aktif dalam pembangunan sekitar kita, bukan untuk menginjak-injak laki-laki tapi untuk membuktikan sebuah persepsi bahwa perempuan bisa lebih baik dari laki-laki. Mari kita BANGGA MEMBANGUN DESA ..... !!

By satu dari perempuan yg peduli dengan pembangunan

PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT KEC PALIYAN


       Seiring dengan pelaksanaan PNPM-MPd yang salah satu prinsipnya yaitu pembangunan manusia, sehingga didalam pelaksanaan kegiatan PNPM-MPd ini banyak dilaksanakan berbagai peningkatan kapasitas masyarakat yang salah satunya adalah pelatihan masyarakat itu sendiri.
          Salah satu kegiatan yang dikelola dalam PNPM-MPd adalah adanya dana perguliran untuk kelompok masyarakat miskin untuk mengembangkan usahanya. Dengan adanya ketrampilan/kemampuan lebih oleh masyarakat itu sehingga akan meningkatkan kesejahteraan, maju serta mandiri sesuai dengan salah satu tujuan PNPM-MPd.
            Dengan mengacu pada hal-hal tersebut, maka PNPM-MPd Kecamatan Paliyan memfasilitasi satu bentuk peningkatan kapasitas masyarakat dengan mengadakan PELATIHAN BUDIDAYA LELE AIR TAWAR. Pelatihan ini diberikan oleh narasumber yang berkompeten dibidang tersebut, yaitu Bp. Sugiyatno selaku ketua kelompok Mina Agung yang telah memiliki ijin khusus dari Dinas Perikanan dan Kelautan untuk dapat memberikan pelatihan pada masyarakat luas. Kelompok ini juga dapat memfasilitasi mulai dari pengadaan benih ikan lele sampai dengan pemasarannya.
            Budidaya ikan lele ini adalah budidaya dengan media air tawar yang memadukan bahan pangan ikan dari tanaman sekitar bukan dari bahan pangan yang terbuat dari kimiawi. Pada pelatihan ini  bukan hanya dibekali secara teroritis tetapi juga lengkap dengan prakterk-praktek seperti penyiapan lahan, mengenal berbagai macam tumbuhan untuk pakan langsung, juga prakterk pembuatan pakan ikan dari bahan alami menjadi sejenis pelet seperti yang dijual ditoko-toko pada umumnya. Keunggulan dari ikan lele air tawar dengan pangan alami adalah ikan yang dihasilkan akan lebih gurih tanpa ada bau anyir yang menyengat seperti ikan dengan pangan pelet buatan yang tidak jelas komposisinya.
            Para peserta dibekali ketrampilan, sertifikat serta dapat mengajukan proposal pengadaan lahan dan bibit untuk kelompok usahanya. Salah satu contohnya adalah kelompok yang telah praktek budidaya lele ini adalah kelompok tani di Dusun Pendem Desa Karangduwet. Budidaya ikan lele ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha seperti ternak sapi yang sekarang ini sedang anjlok harga jualnya sedangkan pemeliharaan serta perawatannya sangat lama juga mahal.
            Dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini masyarakat pengguna dana perguliran yang memanfaatkan dana UPK diseluruh Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul dapat meningkatkan penghasilan keluarga demi kesejahteraannya.
Oleh : Muryani (PL Paliyan)